Bandung, Kompas - Curah hujan yang tinggi, kondisi geologis, serta perluasan permukiman penduduk merupakan tiga penyebab bencana longsor di Jawa Barat. Provinsi Jabar termasuk daerah yang paling rawan bencana longsor ketimbang provinsi lain di Indonesia.
â€Dari semua kejadian selama 10-20 tahun terakhir, frekuensi longsor di Jabar berada di rangking teratas, diikuti Jawa Tengah dan Sumatera Barat,†kata Gatot Mochammad Soedrajat, Kepala Seksi Gerakan Tanah Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Alam Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, di Bandung, Kamis (8/12).
Menurut Gatot, Provinsi Jawa Barat (Jabar), khususnya di bagian selatan, secara geologis terletak di zona gempa, yaitu wilayah di sekitar tumbukan lempeng tektonik di daerah pantai selatan.
Meskipun dimensi gempa tidak terlalu besar, titik pergerakan tanah hampir merata di kawasan Jabar. Provinsi Jabar termasuk dalam zona tumbukan lempeng Indo-Asia dan lempeng Indo-Australia.
Oleh karena itu, di Jabar banyak terdapat deretan gunung api, seperti Gunung Papandayan, Gede, Guntur, dan Gunung Galunggung.
Gatot mengungkapkan, kemungkinan terjadinya longsor sangat besar. Pasalnya, curah hujan di Jabar relatif tinggi. Bahkan, Jabar merupakan provinsi dengan curah hujan tahunan tertinggi di Indonesia.
Curah hujan biasanya mulai meningkat di bulan November sampai Februari. Bahkan, curah hujan di Jabar bisa mencapai 300 milimeter.
Selain alam, kegiatan manusia juga mendorong terjadinya bencana longsor, seperti pembangunan permukiman dengan memotong lereng atau mengubah tata lahan pertanian.
Dengan memotong lereng, ujar Gatot, akan membuat kestabilan tanah menjadi terganggu sehingga tanah pun rentan longsor saat ada sedikit pergerakan tanah.
sugeng rawuh.......!!!!!!!
selamat datang di blog alumni SMA Negeri ajibarang lulusan tahun 2009 " www.alumnismana2009.com"
disini nikmati dunia berbagai inspirasi dariku...
semoga dapat puas... XL kale... hee...hee
yang mau bergabung silahkan cari tahu di bacaan blog.. ada caranya.. ok!!! hidup smana!!!
disini nikmati dunia berbagai inspirasi dariku...
semoga dapat puas... XL kale... hee...hee
yang mau bergabung silahkan cari tahu di bacaan blog.. ada caranya.. ok!!! hidup smana!!!
Minggu, 11 April 2010
Bencana Alam l Cuaca Ekstrem Masih Membayangi Sejumlah Wilayah
BMKG memperingatkan bencana alam akan terjadi di wilayah di Cianjur, karena
cuaca ekstrem masih mengintai.
CIANJUR – Sebanyak 80 kepala keluarga (KK) di Kampung Haurkoneng, Desa Sukanagara Kecamatan Sukanagara, Cianjur, Jawa Barat mengungsi setelah permukiman mereka terendam air setinggi 1,5 meter akibat meluapnya sungai Cibala, Sabtu (13/3). Masyarakat diharapkan siaga terhadap kemungkinan adanya bencana alam selama cuaca ekstrem masih mengintai. Banjir terjadi merupakan akumulasi akibat longsor di Kampung Ciawitali, Desa Sukamekar, Kecamatan Sukanagara, Kabupaten Cianjur pada Kamis (11/3) malam.
Banjir dialami warga Haurkoneng sejak longsor melanda Kampung Ciawitali yang terpisah jarak 500 meter dari kampung itu. Hingga, Sabtu malam. air bah belum juga surut, sehingga warga memilih untuk bertahan di Masjid Al Barokah yang dinilai aman dari jangkauan air. “Sejak hari Jumat lalu, tepat Ciawitali longsor, kampung kami dilanda banjir setinggi 1,5 meter.
Tidak ada harta benda yang bisa kami bawa selain pakaian yang kami pakai,” kata Solihat, 27 tahun, warga setempat. Evi S, anggota Tim Satuan Siaga Bencana (Satgana) PMI Cianjur membenarkan hal tersebut. Saat ini pihaknya tengah mempersiapkan bantuan untuk puluhan KK di Bojong Koneng.
Ia mengatakan jumlah pengungsi bahkan sampai ratusan orang. “Informasinya ada 80 KK yang mengungsi akibat banjir,” katanya. Sementara itu, sebanyak 10 orang korban longsor di Kampung Ciawitali, Desa Sukamekar, Kecamatan Sukanagara, Kabupaten Cianjur ditemukan pada Sabtu (13/3). Tiga orang yang sebelumnya dinyatakan hilang akhirnya ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa lagi. “Sudah lengkap sepuluh orang kami temukan,” ungkapnya.
Ketiga korban tersebut ternyata merupakan satu keluarga dengan sepasang suamiistri dan satu anak mereka. Jasad mereka ditemukan tidak jauh dari lokasi rumah mereka yang tertimbun longsoran. Ketiganya, yaitu Wawan, Elah, dan Nuraeni. “Jasad ibu dan anak itu ditemukan dalam jarak tidak berjauhan. Sedangkan satu jasad lagi yaitu jasad bapaknya ditemukan sekitar lima meter dari dua jasad yang pertama ditemukan. Mereka satu keluarga,” kata Kepala SAR Jakarta Roki Asikin yang bertugas di lokasi longsor.
Ia juga mengungkapkan pencarian korban yang tertimbun longsor sudah dihentikan. Pasalnya, kesemua korban yang dinyatakan hilang tadi sudah ditemukan. Saat ini tim evakuasi bencana sudah berhenti melakukan pencarian korban. Tim rehabilitasi pascabencana sajalah yang masih berada di tempat kejadian. Cuaca Ekstrem Bencana longsor dan banjir tidak terlepas dari cuaca ekstrem yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia belakangan ini.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofi sika (BMKG) menyatakan cuaca ekstrem akan terjadi hingga 15 Maret nanti. Hal itu disebabkan adanya daerah tekanan rendah di Samudra Hindia sebelah barat Bengkulu serta pumpunan atau pertemuan angin yang memanjang di sekitar Maluku Tengah hingga Papua bagian utara. Hal itu menyebabkan adanya peningkatan aktivitas pertumbuhan awan hujan di wilayah Indonesia Barat, Maluku serta Papua.
Dalam rilisnya BMKG mengatakan wilayah yang berpotensi hujan lebat disertai kilat atau petir dan angin kencang, yaitu pesisir barat dan timur Sumatra bagian tengah dan selatan, Bengkulu, Sumatra Selatan, Bangka Belitung, Kalimantan Barat bagian barat dan selatan, Kalimantan Tengah bagian selatan, Banten dan Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur bagian utara dan barat, Jabodetabek, Sulawesi Selatan dan Tenggara, Maluku bagian tengah, Papua bagian utara dan tengah. Salah satu wilayah di Jawa yang siaga terhadap cuaca ekstrem tersebut adalah Karanganyar.
Kawasan zona merah longsor di daerah tersebut sampai ditetapkan sebagai daerah siaga satu dan warga yang tinggal di tempat tersebut diminta meningkatkan kewaspadaan. Peringatan itu dikeluarkan Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat (Badankesbangpolinmas) Kabupaten Karanganyar terkait cuaca ekstrem di wilayah Karanganyar, Jawa Tengah yang diprediksi terus terjadi hingga Senin (15/3).
“Berdasarkan peringatan yang diterima dari BMKG Semarang, setelah Selasa (9/3) lalu, diperkirakan cuaca ekstrem kembali terjadi. Peringatan dari BMKG, terhitung hari ini (kemarin) sampai Senin (15/3) nanti,” ujar Kabid Perlindungan Masyarakat Badan Kesbangpolinmas Karanganyar Aji Pratama Heru Kristiono, Sabtu (13/3). Heru juga memeringatkan agar warga yang tinggal di daerah rawan longsor agar jeli dengan gejala alam seperti pohon di perbukitan yang mulai miring, kerikil dan bebatuan meluncur dari perbukitan, adanya tanah yang retak, dan air sungai berwarna cokelat keruh.
cuaca ekstrem masih mengintai.
CIANJUR – Sebanyak 80 kepala keluarga (KK) di Kampung Haurkoneng, Desa Sukanagara Kecamatan Sukanagara, Cianjur, Jawa Barat mengungsi setelah permukiman mereka terendam air setinggi 1,5 meter akibat meluapnya sungai Cibala, Sabtu (13/3). Masyarakat diharapkan siaga terhadap kemungkinan adanya bencana alam selama cuaca ekstrem masih mengintai. Banjir terjadi merupakan akumulasi akibat longsor di Kampung Ciawitali, Desa Sukamekar, Kecamatan Sukanagara, Kabupaten Cianjur pada Kamis (11/3) malam.
Banjir dialami warga Haurkoneng sejak longsor melanda Kampung Ciawitali yang terpisah jarak 500 meter dari kampung itu. Hingga, Sabtu malam. air bah belum juga surut, sehingga warga memilih untuk bertahan di Masjid Al Barokah yang dinilai aman dari jangkauan air. “Sejak hari Jumat lalu, tepat Ciawitali longsor, kampung kami dilanda banjir setinggi 1,5 meter.
Tidak ada harta benda yang bisa kami bawa selain pakaian yang kami pakai,” kata Solihat, 27 tahun, warga setempat. Evi S, anggota Tim Satuan Siaga Bencana (Satgana) PMI Cianjur membenarkan hal tersebut. Saat ini pihaknya tengah mempersiapkan bantuan untuk puluhan KK di Bojong Koneng.
Ia mengatakan jumlah pengungsi bahkan sampai ratusan orang. “Informasinya ada 80 KK yang mengungsi akibat banjir,” katanya. Sementara itu, sebanyak 10 orang korban longsor di Kampung Ciawitali, Desa Sukamekar, Kecamatan Sukanagara, Kabupaten Cianjur ditemukan pada Sabtu (13/3). Tiga orang yang sebelumnya dinyatakan hilang akhirnya ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa lagi. “Sudah lengkap sepuluh orang kami temukan,” ungkapnya.
Ketiga korban tersebut ternyata merupakan satu keluarga dengan sepasang suamiistri dan satu anak mereka. Jasad mereka ditemukan tidak jauh dari lokasi rumah mereka yang tertimbun longsoran. Ketiganya, yaitu Wawan, Elah, dan Nuraeni. “Jasad ibu dan anak itu ditemukan dalam jarak tidak berjauhan. Sedangkan satu jasad lagi yaitu jasad bapaknya ditemukan sekitar lima meter dari dua jasad yang pertama ditemukan. Mereka satu keluarga,” kata Kepala SAR Jakarta Roki Asikin yang bertugas di lokasi longsor.
Ia juga mengungkapkan pencarian korban yang tertimbun longsor sudah dihentikan. Pasalnya, kesemua korban yang dinyatakan hilang tadi sudah ditemukan. Saat ini tim evakuasi bencana sudah berhenti melakukan pencarian korban. Tim rehabilitasi pascabencana sajalah yang masih berada di tempat kejadian. Cuaca Ekstrem Bencana longsor dan banjir tidak terlepas dari cuaca ekstrem yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia belakangan ini.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofi sika (BMKG) menyatakan cuaca ekstrem akan terjadi hingga 15 Maret nanti. Hal itu disebabkan adanya daerah tekanan rendah di Samudra Hindia sebelah barat Bengkulu serta pumpunan atau pertemuan angin yang memanjang di sekitar Maluku Tengah hingga Papua bagian utara. Hal itu menyebabkan adanya peningkatan aktivitas pertumbuhan awan hujan di wilayah Indonesia Barat, Maluku serta Papua.
Dalam rilisnya BMKG mengatakan wilayah yang berpotensi hujan lebat disertai kilat atau petir dan angin kencang, yaitu pesisir barat dan timur Sumatra bagian tengah dan selatan, Bengkulu, Sumatra Selatan, Bangka Belitung, Kalimantan Barat bagian barat dan selatan, Kalimantan Tengah bagian selatan, Banten dan Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur bagian utara dan barat, Jabodetabek, Sulawesi Selatan dan Tenggara, Maluku bagian tengah, Papua bagian utara dan tengah. Salah satu wilayah di Jawa yang siaga terhadap cuaca ekstrem tersebut adalah Karanganyar.
Kawasan zona merah longsor di daerah tersebut sampai ditetapkan sebagai daerah siaga satu dan warga yang tinggal di tempat tersebut diminta meningkatkan kewaspadaan. Peringatan itu dikeluarkan Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat (Badankesbangpolinmas) Kabupaten Karanganyar terkait cuaca ekstrem di wilayah Karanganyar, Jawa Tengah yang diprediksi terus terjadi hingga Senin (15/3).
“Berdasarkan peringatan yang diterima dari BMKG Semarang, setelah Selasa (9/3) lalu, diperkirakan cuaca ekstrem kembali terjadi. Peringatan dari BMKG, terhitung hari ini (kemarin) sampai Senin (15/3) nanti,” ujar Kabid Perlindungan Masyarakat Badan Kesbangpolinmas Karanganyar Aji Pratama Heru Kristiono, Sabtu (13/3). Heru juga memeringatkan agar warga yang tinggal di daerah rawan longsor agar jeli dengan gejala alam seperti pohon di perbukitan yang mulai miring, kerikil dan bebatuan meluncur dari perbukitan, adanya tanah yang retak, dan air sungai berwarna cokelat keruh.
Longsor Cianjur, 10 Tewas
BANDUNG (Pos Kota) – Tim SAR gabungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, Taruna Siaga Bencana (Tagana), PMI, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Perhubungan, Dinas Sosial dan relawan dari berbagai organisasi masih mencari, sekaligus evakuasi korban bencana longsor dan banjir dii Cianjur selatan.
Kepala Bidang Penanggulangan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Jawa Barat, Dadang Abdulrakhman yang dihubungi Pos Kota, Jumat (12/3) menyebutkan, Kamis malam, sejumlah kampung di Cianjur selatan dilanda longsor dan banjir. Kampung yang tertimpa longsor adalah Kampung Ciawitali, Desa Sukammekar, Kecamatan Sukanagara, Kampung Genteng, Desa Munjul, Kecamatan Cilaku, Kampung Leuwinanggung, Desa Sindangkerta, Kecamatan Sukanagara. Sedangkan kampung yang tertimpa banjir adalah Kampung Cibuluh, Desa Sukamekar, Kecamatan Sukanagara.
Menurut Dadang, dalam musibah tersebut 20 orang warga menjadi korban, 10 diantaranya sudah ditemukan mayatnya. Sisanya masih dalam pencarian. Korban yang sudah ditemukan adalah Pipit, 25, Adnan, 7, Jujun, 55, Yanti, 12, Risti, 10, Acih, 45 dan neng Lastri, 40. Sedangkan korban yang masih dalam pencarian diantaranya Nuraeni, 3, Wawan, 40, Elah, 35, Nur 2, Elah, 37 dan Fadli.
Bencana alam longsor dan banjir di Cianjur selatan, menurut Dadang, menghanyutkan 1 rumah, menimbun , 3 rumah dan merusak 4 unti lainnya.
Bencana longsor di Cianjur selatan, selain menimbun rumah, juga menimbun badan jalan Cianjur – Sukanagara, sehingga ruas jalan tersebut terputus. Akibatnya berbagai produksi pertanian dari cianjur selatan, seperti produk pertanian yang akan diangkut ke Cianjur, bandung dan Jakarta masih menumpuk di Sukanagara. (chevy/B).
Minggu, 28 Februari 2010
3 HAL yang menyebabkan stres menjelang UN
Kalo mao “hajatan”, emang suka banyak masalah yang muncul. Tujuannya nggak lain dan nggak bukan buat menguji kesiapan lahir bathin.
Tapi, tenang ! Semua ada solusinya. *hheheehhH. SOk mantaph ni*
1. Belajar Mental melulu
Yoi, Ini sindrom yang biasa muncul menjelang tes-tesan! Makin dekat hari H-nya, otak makin susah nyerap pelajaran.
Makin di tambah jam dan menu pelajarannya, eh, malah bikin banyak yang LUPA! Padahal, kemarin rasanya udah ngelotok deh.
Sindrom ini muncul bukan karena otak kita menciut gara-gara keberatan beban. Tapi, karena kita PANIK, lalu menjejali otak dengan berbagai materi pelajaran secara
paksa dalam tempo yang sesingkat-singkatnya *hhe..kek teks PROKLAMASI ajja nih*. Tips nya :
1. Seminggu sebelum UN bikin pointers materi-materi pelajaran di kertas kecil yang bisa di kantongi kemana-mana. *hm. jangan enpun ajja yang di kantongin, Jack!*
Pointers ini ibarat password otak : kunci untuk membuka file-file memori otak. Jadi, nggak perlu mempelajari ulang materi-materi UN, begitu baca pointers
ingatan kita akan dipanggil kok.
2. Dua atau tiga hari menjelang UN, wajib menjauhi buku-buku pelajaran juga kertas kecil berisi pointers materi-materi pelajaran tadi. Lakukan apapun yang kita senangi,
supaya perasaan happy. Kalo perasaan happy, otomatis otak kita rileks. Nah, kalo dalam keadaan rileks, otomatis memori otak akan lebih kinclong!
2. Takut nggak Bisa NYONTEK
hah! Mungkin kedengarannya SESAT. Tapi, kenyataan berbicara bahwa lebih dari sembilan puluh persen kepala akan memikirkan gimana cara mencari celah buat nyontek ketika UN
berlangsung. Yyyaaaahh. Namanya juga USAHA. Belajar itu HARUS. Cuma, usaha yang lain kudu di tempuh juga donk?
Hm. Masalahnya, kemungkinan GAGAL tetep GEDE. Apalagi lo tau sendiri, kalo UN soal nya beda-beda. Ada paket A dan paket B. Trus, susunan bangku juga gag memungkinkan buat
nyontek. Di tambah lagi PENGAWASNYA. Beuhhh! Gimana kalo nanti nggak bisa jawab soal teruss nggak bisa nyontek pula? Huuahh! Tips nya :
Banyak-banyak BERDOA. Inget kata pepatah : Sepandai-pandainya tupai melompat akhirnya jatuh juga.
Artinya, meski kita udah bikin plan A, plan B, Plan C ama temend2, kalo TAKDIR BERKATA LAIN, NASIB SIAL GAGG BISA DI TOLAK, man!!
3. Less time for YAYANG…
sssttsss… the chemistry of love konon bagus banget buat kita lho! Selain membangkitkan semangat, the chemistry of love pun kabarnya mampu membuat sel-sel di seluruh tubuh
kita (termasuk sel-sel otak) bekerja maksimal. So, kalo waktu buat ketemuan sama pacar atau gebetan berkurang. wahhh. Bahaya!
Tips nya :
Ah. Positiv thingking ajja. Ketemu sering2 juga kurang seru kali.
Note : Sebenernya.. banyak hal yang bikin stress menjelang UN.. Tapi menurut aku, 3 hal di atas adalah hal yang paling dominan dari sekian banyak hal yang bikin stres
menjelang UN.
Tapi, tenang ! Semua ada solusinya. *hheheehhH. SOk mantaph ni*
1. Belajar Mental melulu
Yoi, Ini sindrom yang biasa muncul menjelang tes-tesan! Makin dekat hari H-nya, otak makin susah nyerap pelajaran.
Makin di tambah jam dan menu pelajarannya, eh, malah bikin banyak yang LUPA! Padahal, kemarin rasanya udah ngelotok deh.
Sindrom ini muncul bukan karena otak kita menciut gara-gara keberatan beban. Tapi, karena kita PANIK, lalu menjejali otak dengan berbagai materi pelajaran secara
paksa dalam tempo yang sesingkat-singkatnya *hhe..kek teks PROKLAMASI ajja nih*. Tips nya :
1. Seminggu sebelum UN bikin pointers materi-materi pelajaran di kertas kecil yang bisa di kantongi kemana-mana. *hm. jangan enpun ajja yang di kantongin, Jack!*
Pointers ini ibarat password otak : kunci untuk membuka file-file memori otak. Jadi, nggak perlu mempelajari ulang materi-materi UN, begitu baca pointers
ingatan kita akan dipanggil kok.
2. Dua atau tiga hari menjelang UN, wajib menjauhi buku-buku pelajaran juga kertas kecil berisi pointers materi-materi pelajaran tadi. Lakukan apapun yang kita senangi,
supaya perasaan happy. Kalo perasaan happy, otomatis otak kita rileks. Nah, kalo dalam keadaan rileks, otomatis memori otak akan lebih kinclong!
2. Takut nggak Bisa NYONTEK
hah! Mungkin kedengarannya SESAT. Tapi, kenyataan berbicara bahwa lebih dari sembilan puluh persen kepala akan memikirkan gimana cara mencari celah buat nyontek ketika UN
berlangsung. Yyyaaaahh. Namanya juga USAHA. Belajar itu HARUS. Cuma, usaha yang lain kudu di tempuh juga donk?
Hm. Masalahnya, kemungkinan GAGAL tetep GEDE. Apalagi lo tau sendiri, kalo UN soal nya beda-beda. Ada paket A dan paket B. Trus, susunan bangku juga gag memungkinkan buat
nyontek. Di tambah lagi PENGAWASNYA. Beuhhh! Gimana kalo nanti nggak bisa jawab soal teruss nggak bisa nyontek pula? Huuahh! Tips nya :
Banyak-banyak BERDOA. Inget kata pepatah : Sepandai-pandainya tupai melompat akhirnya jatuh juga.
Artinya, meski kita udah bikin plan A, plan B, Plan C ama temend2, kalo TAKDIR BERKATA LAIN, NASIB SIAL GAGG BISA DI TOLAK, man!!
3. Less time for YAYANG…
sssttsss… the chemistry of love konon bagus banget buat kita lho! Selain membangkitkan semangat, the chemistry of love pun kabarnya mampu membuat sel-sel di seluruh tubuh
kita (termasuk sel-sel otak) bekerja maksimal. So, kalo waktu buat ketemuan sama pacar atau gebetan berkurang. wahhh. Bahaya!
Tips nya :
Ah. Positiv thingking ajja. Ketemu sering2 juga kurang seru kali.
Note : Sebenernya.. banyak hal yang bikin stress menjelang UN.. Tapi menurut aku, 3 hal di atas adalah hal yang paling dominan dari sekian banyak hal yang bikin stres
menjelang UN.
Rabu, 13 Januari 2010
sosialisasi PMB UNY
alumni sma n ajibarang akan mengadakan sosialisasi penerimaan mahasiswa baru universitas negeri yogyakarta ( PMB UNY) yang rencananya akan dilaksanakan sekitar akhir bulan februari atau awal januari. niatnya kami dari temen-temen mahasiswa yang sebagai alumni sedang mencari hari yang tepat.
Langganan:
Postingan (Atom)