sugeng rawuh.......!!!!!!!

selamat datang di blog alumni SMA Negeri ajibarang lulusan tahun 2009 " www.alumnismana2009.com"
disini nikmati dunia berbagai inspirasi dariku...
semoga dapat puas... XL kale... hee...hee
yang mau bergabung silahkan cari tahu di bacaan blog.. ada caranya.. ok!!! hidup smana!!!


Minggu, 11 April 2010

Penanganan Bencana di Jabar Tidak Proaktif

Bandung, Kompas - Curah hujan yang tinggi, kondisi geologis, serta perluasan permukiman penduduk merupakan tiga penyebab bencana longsor di Jawa Barat. Provinsi Jabar termasuk daerah yang paling rawan bencana longsor ketimbang provinsi lain di Indonesia.
”Dari semua kejadian selama 10-20 tahun terakhir, frekuensi longsor di Jabar berada di rangking teratas, diikuti Jawa Tengah dan Sumatera Barat,” kata Gatot Mochammad Soedrajat, Kepala Seksi Gerakan Tanah Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Alam Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, di Bandung, Kamis (8/12).
Menurut Gatot, Provinsi Jawa Barat (Jabar), khususnya di bagian selatan, secara geologis terletak di zona gempa, yaitu wilayah di sekitar tumbukan lempeng tektonik di daerah pantai selatan.
Meskipun dimensi gempa tidak terlalu besar, titik pergerakan tanah hampir merata di kawasan Jabar. Provinsi Jabar termasuk dalam zona tumbukan lempeng Indo-Asia dan lempeng Indo-Australia.
Oleh karena itu, di Jabar banyak terdapat deretan gunung api, seperti Gunung Papandayan, Gede, Guntur, dan Gunung Galunggung.
Gatot mengungkapkan, kemungkinan terjadinya longsor sangat besar. Pasalnya, curah hujan di Jabar relatif tinggi. Bahkan, Jabar merupakan provinsi dengan curah hujan tahunan tertinggi di Indonesia.
Curah hujan biasanya mulai meningkat di bulan November sampai Februari. Bahkan, curah hujan di Jabar bisa mencapai 300 milimeter.
Selain alam, kegiatan manusia juga mendorong terjadinya bencana longsor, seperti pembangunan permukiman dengan memotong lereng atau mengubah tata lahan pertanian.
Dengan memotong lereng, ujar Gatot, akan membuat kestabilan tanah menjadi terganggu sehingga tanah pun rentan longsor saat ada sedikit pergerakan tanah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silahkan kasih komentar anda :