BMKG memperingatkan bencana alam akan terjadi di wilayah di Cianjur, karena
cuaca ekstrem masih mengintai.
CIANJUR – Sebanyak 80 kepala keluarga (KK) di Kampung Haurkoneng, Desa Sukanagara Kecamatan Sukanagara, Cianjur, Jawa Barat mengungsi setelah permukiman mereka terendam air setinggi 1,5 meter akibat meluapnya sungai Cibala, Sabtu (13/3). Masyarakat diharapkan siaga terhadap kemungkinan adanya bencana alam selama cuaca ekstrem masih mengintai. Banjir terjadi merupakan akumulasi akibat longsor di Kampung Ciawitali, Desa Sukamekar, Kecamatan Sukanagara, Kabupaten Cianjur pada Kamis (11/3) malam.
Banjir dialami warga Haurkoneng sejak longsor melanda Kampung Ciawitali yang terpisah jarak 500 meter dari kampung itu. Hingga, Sabtu malam. air bah belum juga surut, sehingga warga memilih untuk bertahan di Masjid Al Barokah yang dinilai aman dari jangkauan air. “Sejak hari Jumat lalu, tepat Ciawitali longsor, kampung kami dilanda banjir setinggi 1,5 meter.
Tidak ada harta benda yang bisa kami bawa selain pakaian yang kami pakai,” kata Solihat, 27 tahun, warga setempat. Evi S, anggota Tim Satuan Siaga Bencana (Satgana) PMI Cianjur membenarkan hal tersebut. Saat ini pihaknya tengah mempersiapkan bantuan untuk puluhan KK di Bojong Koneng.
Ia mengatakan jumlah pengungsi bahkan sampai ratusan orang. “Informasinya ada 80 KK yang mengungsi akibat banjir,” katanya. Sementara itu, sebanyak 10 orang korban longsor di Kampung Ciawitali, Desa Sukamekar, Kecamatan Sukanagara, Kabupaten Cianjur ditemukan pada Sabtu (13/3). Tiga orang yang sebelumnya dinyatakan hilang akhirnya ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa lagi. “Sudah lengkap sepuluh orang kami temukan,” ungkapnya.
Ketiga korban tersebut ternyata merupakan satu keluarga dengan sepasang suamiistri dan satu anak mereka. Jasad mereka ditemukan tidak jauh dari lokasi rumah mereka yang tertimbun longsoran. Ketiganya, yaitu Wawan, Elah, dan Nuraeni. “Jasad ibu dan anak itu ditemukan dalam jarak tidak berjauhan. Sedangkan satu jasad lagi yaitu jasad bapaknya ditemukan sekitar lima meter dari dua jasad yang pertama ditemukan. Mereka satu keluarga,” kata Kepala SAR Jakarta Roki Asikin yang bertugas di lokasi longsor.
Ia juga mengungkapkan pencarian korban yang tertimbun longsor sudah dihentikan. Pasalnya, kesemua korban yang dinyatakan hilang tadi sudah ditemukan. Saat ini tim evakuasi bencana sudah berhenti melakukan pencarian korban. Tim rehabilitasi pascabencana sajalah yang masih berada di tempat kejadian. Cuaca Ekstrem Bencana longsor dan banjir tidak terlepas dari cuaca ekstrem yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia belakangan ini.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofi sika (BMKG) menyatakan cuaca ekstrem akan terjadi hingga 15 Maret nanti. Hal itu disebabkan adanya daerah tekanan rendah di Samudra Hindia sebelah barat Bengkulu serta pumpunan atau pertemuan angin yang memanjang di sekitar Maluku Tengah hingga Papua bagian utara. Hal itu menyebabkan adanya peningkatan aktivitas pertumbuhan awan hujan di wilayah Indonesia Barat, Maluku serta Papua.
Dalam rilisnya BMKG mengatakan wilayah yang berpotensi hujan lebat disertai kilat atau petir dan angin kencang, yaitu pesisir barat dan timur Sumatra bagian tengah dan selatan, Bengkulu, Sumatra Selatan, Bangka Belitung, Kalimantan Barat bagian barat dan selatan, Kalimantan Tengah bagian selatan, Banten dan Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur bagian utara dan barat, Jabodetabek, Sulawesi Selatan dan Tenggara, Maluku bagian tengah, Papua bagian utara dan tengah. Salah satu wilayah di Jawa yang siaga terhadap cuaca ekstrem tersebut adalah Karanganyar.
Kawasan zona merah longsor di daerah tersebut sampai ditetapkan sebagai daerah siaga satu dan warga yang tinggal di tempat tersebut diminta meningkatkan kewaspadaan. Peringatan itu dikeluarkan Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat (Badankesbangpolinmas) Kabupaten Karanganyar terkait cuaca ekstrem di wilayah Karanganyar, Jawa Tengah yang diprediksi terus terjadi hingga Senin (15/3).
“Berdasarkan peringatan yang diterima dari BMKG Semarang, setelah Selasa (9/3) lalu, diperkirakan cuaca ekstrem kembali terjadi. Peringatan dari BMKG, terhitung hari ini (kemarin) sampai Senin (15/3) nanti,” ujar Kabid Perlindungan Masyarakat Badan Kesbangpolinmas Karanganyar Aji Pratama Heru Kristiono, Sabtu (13/3). Heru juga memeringatkan agar warga yang tinggal di daerah rawan longsor agar jeli dengan gejala alam seperti pohon di perbukitan yang mulai miring, kerikil dan bebatuan meluncur dari perbukitan, adanya tanah yang retak, dan air sungai berwarna cokelat keruh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
silahkan kasih komentar anda :